Di artikel sebelumnya tentang dasar Distro Linux, kita sudah sepakat bahwa Linux itu ibarat mesin mobil, dan Distro adalah merek kendaraannya.

Tapi tahukah Anda, dunia Open Source punya satu keajaiban bernama Distro Turunan (Derivatives)?

Singkatnya begini: sebuah distro besar bisa diambil “racikannya”, lalu dimodifikasi oleh developer lain menjadi sistem operasi (OS) baru dengan fungsi yang lebih spesifik. Ibarat pabrik mobil yang melahirkan berbagai sub-merek untuk pasar yang berbeda-beda.

Sebagai permulaan, mari kita bedah silsilah keluarga dari sang raksasa penyuka kestabilan: Debian. Siapa saja anak keturunannya yang terkenal?

4 Distro Linux Turunan Debian Terpopuler

1. Ubuntu: Anak Emas yang Kini Jadi Bintang Utama

Kejutan! Ubuntu yang super populer itu sebenarnya adalah turunan langsung dari Debian.

Perusahaan bernama Canonical meminjam fondasi kokoh milik Debian, lalu merombak total tampilannya agar lebih ramah untuk pengguna awam. Bisa dibilang, Ubuntu adalah “anak” yang sukses melampaui popularitas orang tuanya berkat kemudahan penggunaannya.

2. Kali Linux: Senjata Andalan Para Hacker

Sering melihat adegan peretas (hacker) di film dengan layar terminal hitam yang rumit? Kemungkinan besar mereka menggunakan Kali Linux.

Sistem operasi turunan Debian ini diracik khusus untuk para praktisi cyber security. Di dalamnya sudah tertanam ratusan alat khusus untuk menguji keamanan jaringan (penetration testing).

3. MX Linux: Si Ringan Penyelamat PC Tua

Punya laptop jadul yang sudah “ngos-ngosan” saat membuka Windows? Jangan buru-buru dijual loakan!

MX Linux hadir sebagai pahlawan. Distro ini dirancang sangat ringan, tidak rakus RAM, namun tetap modern. Anda mendapatkan kestabilan tingkat tinggi ala Debian, dipadukan dengan performa gesit yang bikin prosesor laptop tua Anda bisa bernapas lega lagi.

4. Linux Mint (LMDE): Si Elegan Pengganti Windows

Linux Mint sejatinya adalah “cucu” Debian (karena ia diturunkan dari Ubuntu). Namun, mereka merilis versi khusus bernama LMDE (Linux Mint Debian Edition) yang diturunkan langsung dari Debian.

Keunggulannya? Tampilannya sangat familier seperti Windows (lengkap dengan tombol Start dan Taskbar di bawah), tapi dengan mesin Debian yang tahan banting, bebas virus, dan anti-lelet. Transisi sempurna untuk pemula!

Kesimpulan: Mana Turunan Debian Pilihanmu?

Itulah magisnya sistem Open Source. Dari satu akar kuat bernama Debian, bisa lahir berbagai distro keren yang disesuaikan untuk peretas, penyelamat PC tua, hingga sahabat pemula.

(Di artikel selanjutnya, kita akan membongkar distro turunan dari keluarga Arch Linux yang terkenal garang. Stay tune!)

baca artikel tentang dasar distro Linux di sini